28 Januari 2024

Rakor Pengawasan Tahapan Kampanye, Kapolsek Tinangkung Wakili Kapolres Hadiri Undangan Bawaslu

0

Bangkeppos.com, SALAKAN- Menjelang tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020, Bawaslu Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menggelar rapat koordinasi bersama para stakeholder, Rabu (26/8/2020) dini malam, sekira pukul 20.30 Wita, di Caffe Bosca jalur dua Salakan.

Rapat itu bertujuan untuk membahas persiapan pengawasan tahapan kampanye, sekaligus launching perdana pemutaran film pendek melawan politik uang memasuki tahapan pilgub tahun ini.

Pada kegiatan yang dihadiri oleh 40 orang peserta tersebut, Kapolsek Tinangkung IPDA Andi Harmansyah, SH, juga ikut hadir mewakili Kapolres Bangkep AKBP Reja A.Simanjuntak, SH. SIK, MH.

Selain itu, hadir juga Asisten II Setda Kabupaten Bangkep mewakili Bupati Bangkep H. Rais D. Adam, Komisioner KPU Bangkep Sudirman Sapat, Ketua Bawaslu beserta sejumlah OPD Kabupaten Bangkep dan perwakilan partai politik peserta pemilu pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng.

Para pemateri hampir sama menyentil soal politik uang. Dalam pembahasan dan diskusi tersebut, disebutkan bahwa politik uang seolah sudah membudaya dan tidak asing di kalangan masyarakat.

Dan ini tentu tidak hanya menyasar pada kalangan pemilih pemula, namun justru dilakukan juga oleh para elit politik, termasuk sang kandidat sendiri. Dengan harapan agar bisa menang dalam kontestasi tersebut.

Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya politik uang, diantaranya; Pertama, faktor partai politik atau calon yang diusung kebanyakan tidak memiliki visi misi atau program unggulan yang jelas. Sebab semata-mata hanya ingin merebut kemenangan secara instan, tanpa mendapat dukungan lebih dari partai politik pengusung.

Kedua, faktor hukum, karena masih lemahnya regulasi maupun sanksi bagi pelaku politik uang.

Ketiga, faktor budaya dan kekeluargaan. Pada level ini, kebiasaan saling “memberi-menerima” di republik ini nyaris sudah membudaya. Sehingga hal itu dijadikan sebagai instrumen kultural, yang dimanfaatkan oleh para politisi dalam menjalankan money politik. (ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!