28 Januari 2024

Wakil Bupati Bangkep Beserta 11 Pejabat Publik Selesai Disuntik Vaksin Sinovac

0

DISUNTIK VAKSIN: Wakil Bupati Banggai Kepulauan Salim J.Tanasa saat disuntik vaksin Sinovac, menyusul Kapolres Bangkep AKBP Reja.A.Simanjuntak, SH, SIK, MH, orang kedua di vaksin dari puluhan pejabat publik lainnya. (Foto: Sukarman/Bangkeppos)
Bangkeppos.com, SALAKAN- Sebanyak 12 pejabat dan tokoh masyarakat mendapat kesempatan pertama yang disuntik vaksin Sinovac tahap pertama, Senin (8/2/2021). Proses vaksinasi pagi tadi itu berlangsung di Kantor Bupati Bangkep, pukul 08.30 wita.

“Yang divaksin pertama, Wakil Bupati Bangkep Salim J.Tanasa, Kapolres Bangkep AKBP Reja A.Simanjuntak SH,SIK,MH, Kepala Kemenag Bangkep H.Junaidin, anggota TNI Jamal Djahasa, Ketua Jemaat Gereja BPIBK Saiyong Gladys Alfiane Ticoalu, Direktur RSUD Trikora Salakan Andi Fatriani Fatsyar, Anggota DPRD Bangkep Sadat Anwar Bihailia, Staf Ahli Bupati Kondrad D.Galala, Kasat Narkoba Decky Wahyudi, Anggota IDI dr. Ulwiah Loumbu, Ketua PDNI Muhammad Salim, dan terakhir Wakil Ketua IDI Herlina Petawari,” kata Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkep, dr. James H.D.Pinontoan, usai kegiatan pencanangan vaksinasi covid-19 Kabupaten Bangkep tahun 2021.

Dia menyebut pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan dilakukan di 13 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Bangkep.
“Sebab vaksinasi tahap pertama lebih diprioritaskan kepada tenaga kesehatan.
Jadi, sasaran pemberian kuota vaksin pada tahap pertama ini diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan di Bangkep berjumlah 1.130 orang,”terangnya.

Setiap peserta, harus lebih dulu melewati pemeriksaan kesehatan. Ada dua meja pemeriksaan yang harus dilewati tenaga kesehatan sebelum akhirnya disuntik vaksin covid-19.
“Meja pertama, pendaftaran. Meja kedua, tempat pemeriksaan apakah memenuhi syarat. Kalau lolos, menuju meja tiga untuk penyuntikan vaksin. Meja keempat, observasi. Yang divaksin tidak langsung pulang. Minimal 30 menit duduk untuk dipantau reaksinya, jika terjadi reaksinya langsung diobat, diberikan konsultasi, dan penyuluhan,” ungkapnya.

Setelah para pejabat divaksin secara serentak, kemudian giliran para tenaga kesehatan (nakes). Pihaknya menjamin semua nakes akan mendapat vaksinasi tanpa membedakan status kepegawaiannya. “Jadi mulai dokter, perawat, karyawan rumah sakit dan puskesmas yang berstatus ASN maupun non ASN,” tandasnya. (ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!