Arkam Supu: Amanah di Tengah Tantangan : Bersinergi, Bukan Berpecah

Bangkeppos.com, SALAKAN — Ketua DPRD Banggai Kepulauan, Arkam Supu, menyampaikan bahwa jabatan yang kini diemban adalah sebuah tanggung jawab yang besar, terlebih lagi di tengah kondisi ekonomi dan penganggaran daerah yang penuh tantangan saat ini.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memikul amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya, beberapa waktu lalu, di ruangan paripurna DPRD.
Ia menegaskan, di tengah situasi ekonomi yang sulit, kebutuhan efisiensi anggaran, serta berbagai keterbatasan yang ada, kemampuan untuk bersinergi dan bekerja sama adalah kunci utama agar daerah dapat keluar dari kondisi yang kurang menguntungkan ini.
Arkam juga mengajak seluruh anggota DPRD serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan. Ia meminta agar kita mengedepankan komunikasi yang baik dan memberikan pemahaman yang edukatif kepada masyarakat, bukan justru menyebarkan hal-hal yang memprovokasi dan memicu perpecahan.
“Kita harus menyampaikan kata-kata yang baik, memberikan edukasi kepada masyarakat, bukan provokasi yang pada akhirnya hanya menimbulkan perpecahan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arkam menyadari bahwa posisi DPRD saat ini berada di titik yang tidak mudah. Di satu sisi, DPRD adalah wakil rakyat yang menerima seluruh aspirasi, kritik, dan harapan masyarakat. Namun di sisi lain, DPRD juga merupakan bagian dari pemerintahan daerah yang memikul tanggung jawab atas berjalannya pembangunan.
Dan hal yang perlu diingat, kata Arkam: masyarakat tidak mempersoalkan batas kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Bagi rakyat, seluruh anggota DPRD adalah wakil mereka, dan yang diharapkan adalah kehadiran serta solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
“Rakyat tidak mau tahu mana jalan provinsi, mana jalan kabupaten, atau mana yang menjadi kewenangan pusat. Yang rakyat tahu, kita semua adalah wakil mereka. Karena itu, mari kita bergandengan tangan, berkolaborasi, dan memohon petunjuk Allah SWT agar diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi ini,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Arkam Supu mengingatkan makna sejati kekuasaan: bukan soal mengendalikan orang lain, melainkan kemampuan mengendalikan diri sendiri dalam menjalankan amanah.
“Semakin besar kekuasaan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul. Jabatan dan pangkat bisa memuliakan seseorang, namun juga dapat menghancurkan seseorang — semuanya tergantung bagaimana amanah ini dijalankan,” pungkasnya. (*)
