30 Januari 2024

Selain Dipuji, Ketua DPRD juga Dinilai Sosok Pemimpin Bertanggungjawab

0

Ketua DPRD Bangkep, Rusdin Sinaling. (ist)
Bangkeppos.com, SALAKAN- Keprihatinan Ketua DPRD Bangkep Rusdin Sinaling terhadap seorang pasien asal desa Okumel, kecamatan Liang, kabupaten Banggai Kepulauan, Sunarti, mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.

Kepedulian itu ditunjukannya saat pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Trikora Salakan diduga tak mengindahkan pelayanan kesehatan pasien yang dalam kondisi gawat darurat, hanya lantaran ketidaklengkapan berkas rujukan.

Akhirnya, keluarga pasien datang mengeluhkan kondisi pelayanan rumah sakit ke Ketua DPRD. Mereka pun langsung digubris oleh wakil rakyat dua periode asal Partai NasDem Bangkep itu. Karena kebetulan pada Jumat (4/3/2022) kemarin, Rusdin sedang berkantor.

Begitu menerima keluhan keluarga dan pendamping pasien, Ia pun langsung menuju gedung Poli RSUD Salakan, tempat pasien membutuhkan pelayanan.

Disana, ia menemui petugas rumah sakit untuk mengonfirmasi keluhan yang diterimanya itu. Alhasil, pasien tersebut pun akhirnya mendapat layanan pengobatan.

Meski demikian, Rusdin juga mengingatkan, agar pihak rumah sakit tidak menunda pelayanan pasien siapapun yang dalam kondisi gawat darurat, hanya karena masalah kelengkapan berkas rujukan.

Aksi Rusdin Sinaling itu spontan mendadak viral dan menjadi bahan perbincangan di group media sosial WhatsApp. Bahkan, beragam pujian dan apresiasi datang bertubi-tubi.

Misalnya Eto, warga desa Okumel. Menurut pria dua anak itu, sikap prihatin yang ditunjukan Rusdin Sinaling kepada masyarakat di dapilnya itu, sejatinya menggambarkan ketulusan pengabdian sosok pemimpin yang bertanggungjawab.
“Terus terang apresiasi itu memang tidak berlebihan. Karena sikap yang dilakukan pak Rusdin Sinaling terbilang jarang dilakukan oleh kebanyakan para wakil rakyat lainnya,” ucap Eto.

Selain Eto, seorang Kepala Dusun di Desa Okumel juga menceritakan, saat petugas di gedung Poliklinik RSUD mulai membuka layanan perawatan, ia mengaku pihaknya hanya dapat menunjukkan kartu BPJS tanpa surat rujukan dari puskesmas, yang diminta petugas.

Itupun dilakukannya dengan maksud agar mendapatkan nomor antrian pelayanan paling awal.
“Kita datang pagi-pagi sekali, belum ada petugas, kita sudah ada di rumah sakit,” tuturnya.

Bahkan, lanjut dia, hingga pukul 09.30 wita, pihaknya belum juga dilayani. Padahal, pasien dalam kondisi kekurangan HB.
“Karena saya sudah kasihan dengan pasien, maka saya ajaklah salah seorang kerabatnya untuk meminta bantuan ke DPRD, kebetulan juga ada ketua DPRD saat itu, maka saya langsung meminta bantuannya. Bahkan dia ikut sampai di rumah sakit,” tandasnya. (ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!