10 Juli 2024

2 Desa di Bangkep Jadi Lokus Program Desa Peduli Pemilu 2024

0

Komisioner KPU Kabupaten Bangkep, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Riono Kansi SP, MP. (ist)
Bangkeppos. com, SALAKAN- KPU Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menunjuk dua desa percontohan program desa peduli pemilu 2024. Dua desa itu yakni, desa Baka, kecamatan Tinangkung dan desa Kalumbatan, kecamatan Totikum Selatan.

Komisioner KPU Kabupaten Bangkep, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Riono Kansi SP, MP, menjelaskan, rendahnya partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) 2020, menjadi salah satu indikator penunjukan lokus kegiatan tersebut.
“Indikatornya dilihat dari rendahnya hasil partisipasi masyarakat pada pemilihan gubernur 2020 kemarin. Sehingga, itu yang kita jadikan sebagai lokus untuk desa peduli pemilu,” terang Riono, saat dihubungi bangkeppos, Kamis malam (13/1/2022).

Menurut Riono, dengan adanya program tersebut, tingkat partisipasi pemilih pada 2024 mendatang, diharapkan semakin lebih tinggi.
“Paling tidak, program ini bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat soal pemilu dan demokrasi,” terang Komisioner dua periode itu.

Dijelaskannya, dalam hasil rapat, Desa Bongganan termasuk kategori yang akan dijadikan lokus untuk program dimaksud. Itu didasarkan pada pertimbangan rendahnya partisipasi pemilih pada Pilgub Sulteng 2020 lalu.
“Sebenarnya ada beberapa desa, termasuk desa Bongganan masuk kategori itu. Tapi anggaran kita tidak cukup, jika harus mendanai lebih dari dua desa,” ujarnya.

Program ini, lanjut Riono, rencananya akan segera dilaunching dalam waktu dekat ini. Dengan menghadirkan langsung pihak dari KPU Provinsi Sulteng.
“Kami sekarang masih menunggu dana hibah dari Pemda Bangkep. Setelah Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sudah dilakukan, selanjutnya akan diatur jadwal kegiatannya,” kata dia.

Nantinya, menurut Riono, KPU Bangkep juga akan merekrut para kader di desa. Targetnya, minimal satu desa 25 kader.
“Dan kader-kader dari pemerintah desa yang terlibat dan mendukung program itu, akan menerima sertifikat atau piagam penghargaan,” tukasnya. (ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!