DPRD Bangkep Kawal Penangangan Krisis Air Bersih & Karhutla

Bangkeppos.com, SALAKAN — Ketua DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan, Arkam Supu, hadir dalam rapat koordinasi hidrometeorologi pada Selasa (1/9/2026) lalu.
Rapat dipimpin Wakil Bupati Serfi Kambey sebagai tindak lanjut pertemuan bencana tanggal 20 Agustus lalu, untuk mengevaluasi penanganan kebakaran hutan/lahan (karhutla) serta krisis air bersih.
Kekeringan Masih Menekan 10 Desa
Saat ini 10 desa di 2 kecamatan terdampak kekeringan parah: 4 desa di Bulagi, 6 desa di Bulagi Selatan. Total 3.001 KK terdampak, namun baru 520 jiwa mendapat bantuan air. Masih ada 2.481 jiwa yang butuh pasokan segera.
– Kebutuhan total air: 840.280 liter
– Sudah disalurkan: 145.600 liter (baru 17,3%)
– Masih kurang: 694.680 liter
– Bulagi: butuh 526.960 liter, terpenuhi 27,6%
– Bulagi Selatan: butuh 313.320 liter, belum ada yang disalurkan
Arkam Supu: Sinergi & Data Akurat Kunci Penanganan
“Distribusi harus tepat sasaran dan berkelanjutan. DPRD dukung sesuai kewenangan, dan kami mendorong sinergi Pemda, Forkopimda, kecamatan, hingga desa,” tegas Arkam.
Ia juga menekankan pentingnya data lapangan yang objektif, agar keputusan perpanjangan atau peningkatan status siaga bisa tepat. DPRD siap dukung anggaran dan kebijakan yang dibutuhkan.
Karhutla Juga Diwaspadai
Cuaca kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Semua pihak diminta bersinergi mengawasi titik rawan secara terus-menerus.
Hadir dalam rapat: Kabag Ops Polres Bangkep, Danramil Tinangkung, Ketua PMI, Direktur PDAM, serta perwakilan OPD terkait. Fokus utama: percepatan distribusi air dan kesiagaan bersama. (*)
