3 April 2024

Antisipasi Gelombang Covid, Pemerintah Kaji Kebijakan Jelang Nataru

0

Ilustrasi mobilitas masyarakat di masa libur. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Bangkeppos.com, SALAKAN- Pemerintah disebut tengah mengkaji berbagai usulan kebijakan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada masa libur Natal dan Tahun Baru mendatang.
“Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Pemerintah mengkaji berbagai usulan kebijakan untuk menghadapi hari Natal dan Tahun Baru 2022,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate, Jumat (5/11).

Pada prinsipnya, pengaturan dilakukan untuk melindungi masyarakat dari ancaman gelombang ketiga. Pasalnya, libur akhir tahun berpotensi meningkatkan mobilitas
penduduk yang berisiko membawa gelombang ketiga Covid-19 dan bisa berdampak sangat buruk.

Sejumlah skenario yang dipersiapkan, antara lain pembukaan tempat wisata yang terbatas sesuai permintaan Satgas Covid-19.

Tempat-tempat wisata juga diminta membuat satgas protokol kesehatan demi memastikan perlindungan masyarakat.
“Adapun, untuk pengaturan lainnya masih dalam pengkajian bersama kementerian dan lembaga terkait,” ujar Johnny.

Dia menambahkan, pemerintah terus mengingatkan terkait pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan, khususnya di gereja pada saat perayaan Natal.

Pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi juga akan lebih dimaksimalkan di tempat-tempat umum untuk pengawasan dan tracing.
“Pemerintah terus mendorong masyarakat Indonesia tetap mematuhi prokes agar kasus menurun Covid-19 di Indonesia dapat konsisten,” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Hariadi Wibisono mengatakan, dalam beberapa hari terakhir sudah ada tren kenaikan kasus, dari 600 menjadi 800 kasus positif, yang terjadi bahkan sebelum libur Natal dan Tahun Baru.

Untuk itu, dia menekankan, aturan yang tegas membatasi mobilitas masyarakat sangat diperlukan untuk menghindari gelombang ketiga Covid-19.
“Perlu dilakukan pembatasan seperti saat mudik lebaran lalu kalau tidak bisa, kita malah akan set back,” ujar Hariadi. (rea)
Sumber : CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!