15 April 2024

Ini Penuturan Langsung Korlap Aksi HMI Terkait Dugaan Tindakan Refresif Oknum Anggota Polisi

0

DIAMANKAN: Para peserta aksi unjuk rasa dari organisasi HMI Cabang Luwuk, saat diamankan petugas pengamanan di depan Mapolres Bangkep, Rabu (9/2/2022) tadi siang. Foto ini diambil dari video hasil tangkap layar yang tersebar di sejumlah platfrom media sosial. (Irfan Majirung/Bangkeppos)

Bangkeppos.com, SALAKAN- Meski telah dibantah langsung oleh Kapolres Bangkep terkait tidak adanya tindakan refresif petugas pengamanan saat aksi di Mapolres Bangkep tadi siang. Namun, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Khairun dan kawan-kawannya merasa masih sulit menerima penjelasan Kapolres tersebut.

Khairun mengatakan, tindakan refresif itu terjadi kala kondisi aksi sudah mulai sedikit menegangkan. Ketegangan itu, kata dia, bermula pada saat sebagian peserta aksi ingin membakar ban bekas di depan pintu masuk kantor Polres Bangkep.
“Namun inisiatif bakar-bakar ban, justru dihentikan oleh oknum kepolisian. Dan ini merupakan awal terjadinya tindakan refresif terhadap massa aksi,” tuturnya, Rabu (9/2/2022) kepada Bangkeppos.

Dia menyebut, tindakan refresif oknum aparat polisi menyasar ke temannya sendiri, yang juga adalah seorang orator dalam aksi tersebut.
“Bertubi-tubi serangan mengenai korban, mulai dari depan kantor, sampai didalam halaman area Polres Bangkep,” terangnya.

Menurutnya, tindakan anarkisme oleh oknum aparat kepolisian terhadap seorang temannya tersebut, dilakukan dengan pengeroyokan meskipun tanpa pembalasan sedikitpun.
“Bahkan korban merintih kesakitan. Dan yang disayangkan lagi, ada oknum polisi sudah mengeluarkan bahasa cacian kepada massa aksi,” kata dia.

Dengan kondisi aksi yang sudah tidak kondusif lagi, para peserta demo akhirnya menarik diri.

Sementara, tambah Khairun, salah seorang dari peserta massa aksi yang mengalami penganiyaan fisik dilarikan ke Rumah Sakit Trikora Salakan untuk dilakukan visum.
“Namun sayang, niat melakukan visum tersebut tidak diterima pihak Rumah Sakit, dengan dalih harus ada pengantar dari Kepolisian,” ujarnya.
“Lantaran ditolak oleh pihak rumah sakit, maka kami pun memilih untuk kembali istirahat,” tambahnya. (ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!