25 September 2026

Komisi II DPRD Bangkep Gelar RDP Soal Dermaga Komba-Komba dan Ketenagalistrikan

 

Komisi II DPRD Bangkep saat menggelar RDP yang membahas soal Dermaga Komba-Komba di Kecamatan Bulagi serta persoalan ketenagalistrikan di seluruh wilayah kabupaten Bangkep. (ist)

Bangkeppos.com, SALAKAN- Dua urusan yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan kini dibuka secara resmi untuk dibahas tuntas.

Komisi II DPRD Banggai Kepulauan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis, 24 September 2026, di Ruang Kerja Komisi II.

Fokus pembahasan kali ini sangat jelas dan menyentuh langsung kepentingan warga. Yakni, soal kondisi Dermaga Komba-Komba di Kecamatan Bulagi serta persoalan ketenagalistrikan di seluruh wilayah kabupaten Bangkep.

Mengapa kedua hal Ini sangat penting?Sebab dermaga Komba-Komba bukan sekadar tumpukan beton di tepi pantai. “Bagi warga Kecamatan Bulagi dan sekitarnya, dermaga adalah pintu gerbang kehidupan. Lewat dermaga inilah hasil kebun, hasil laut, dan kebutuhan pokok masuk dan keluar,” ujar Anggota DPRD asal Partai PBB, Burhan Alelaga.

Menurut Burhan, jika kondisi dermaga tersebut rusak, dangkal, tidak terawat, atau pelayanannya lambat, maka dampaknya langsung terasa di masyarakat.

“Misalnya harga barang bisa jadi naik, hasil tani turun harganya karena susah dikirim, dan mobilitas warga terhambat,”ungkapnya.

Sementara itu, lanjut dia, listrik juga adalah urat nadi kehidupan modern. Di daerah kepulauan, ketersediaan tenaga listrik yang stabil bukan lagi kemewahan, melainkan syarat dasar agar anak-anak bisa belajar, usaha kecil bisa tumbuh, dan pelayanan publik berjalan baik.

Keluhan soal pemadaman bergantian, tegangan yang tidak stabil, hingga jangkauan yang belum merata, itu sudah lama menjadi keluh kesah yang bergema di banyak desa.

Melalui Rapat Dengar Pendapat tersebut, Komisi II DPRD Bangkep tidak sekadar memanggil pihak terkait untuk memberi perintah. Tujuannya lebih dari itu. Yakni, mengumpulkan fakta di lapangan secara langsung, mendengar keterangan dari berbagai pihak, serta menampung masukan yang jujur dan apa adanya.

Terkait Dermaga Komba-Komba secara khusus, rapat diarahkan untuk menelusuri kondisi sebenarnya di lokasi. Bagaimana pelayanan sehari-hari, apa saja kendala yang dihadapi, apakah pemeliharaan berjalan sesuai rencana, dan apa yang paling mendesak untuk segera diperbaiki.

Burhan menegaskan, mengapa kedua persoalan itu dianggap sangatlah penting? Sebab, kata dia, uang yang dikelola adalah uang rakyat.

“Jika dermaga rusak dan tidak segera ditangani, kerugiannya ditanggung oleh warga setiap hari. Begitu pun demikian, jika listrik misalnya tidak memadai, kemunduran yang terjadi tidak terlihat seketika, tetapi itu justru terasa bertahun-tahun ke depan,”tegasnya.

Kehadiran Komisi II dalam RDP ini adalah bukti bahwa fungsi pengawasan dewan bukan sekadar tugas rutin, melainkan tanggung jawab untuk memastikan pelayanan publik berjalan sebagaimana mestinya.

Warga juga berhak berharap: Dermaga Komba-Komba kembali berfungsi layak, dan listrik yang menyala lebih terang serta lebih lama. Itu bukan permintaan berlebihan, tetapi itu adalah hak yang seharusnya dipenuhi. (*)

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!